Pelaku Habisi Boru Siagian di Kamar OYO Akibat Penolakan Aksi Seksual Tak Lazim

Suatu kisah yang menggemparkan muncul dari Kota Medan saat misteri kematian tragis seorang wanita muda dunia terungkap. Wanita tersebut dikenal dengan nama Rahmadani boru Siagian. Ia ditemukan tak bernyawa dalam sebuah kontainer di Jalan Menteng VII, Gang Seroja, setelah menjadi korban pembunuhan brutal oleh seorang pria yang hanya dikenal dengan inisial SAN di sebuah kamar OYO.
Pengungkapan Fakta Mengerikan
Kematian Rahmadani menarik perhatian dari berbagai pihak. Fakta-fakta yang mengejutkan tentang kejadian tersebut dibongkar oleh Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Kapolrestabes Medan, dalam konferensi pers yang diadakan pada Selasa, 17 Maret 2026.
Peristiwa itu dimulai pada Senin, 9 Maret 2026, ketika korban dan pelaku sepakat bertemu sekitar jam 17.00 WIB. Mereka berdua kemudian menuju ke penginapan OYO di kawasan Gang Kenanga dan tiba sekitar jam 20.46 WIB. Rekaman CCTV menunjukkan mereka berdua masuk ke kamar C4.
Peristiwa Tragis di Balik Pintu Kamar
Momen yang awalnya tampak biasa berubah menjadi horor setelah mereka masuk ke kamar. Menurut laporan polisi, setelah mereka berhubungan intim, pelaku meminta korban untuk melakukan aksi seksual tambahan yang dianggap tidak wajar oleh korban. Permintaan tersebut ditolak oleh korban, yang membuat pelaku sangat marah.
“Emosi pelaku tersulut saat permintaannya ditolak. Dia kemudian melakukan tindak penganiayaan dengan membelit leher korban menggunakan selendang,” ucap Kombes Calvijn.
Dalam keadaan marah, pelaku mencekik korban dengan selendang yang bertuliskan OYO hingga korban tidak bisa melakukan perlawanan. Namun, tindakan brutal pelaku tidak berakhir di situ. Polisi menemukan bahwa pelaku melakukan tindak kekerasan seksual tambahan saat korban dalam kondisi kritis.
“Selain melakukan penganiayaan, pelaku juga melakukan tindak seksual menyimpang saat korban sudah dalam keadaan lemah,” tambah Kombes Calvijn.
Korban akhirnya tewas di dalam kamar tersebut.
Penemuan Petunjuk Penting
Salah satu petunjuk penting yang membantu mengungkap kasus ini adalah ditemukannya selendang merah bertuliskan OYO yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Temuan ini menjadi petunjuk penting yang membantu penyidik mengungkap kronologi kejadian.
“Dari selendang ini, kami bisa mengungkap kasus ini dengan jelas,” tegas Kombes Calvijn.
Setelah memastikan korban tewas, pelaku meninggalkan kamar sekitar pukul 22.30 WIB. Dia mencoba menghilangkan jejak dengan membawa barang-barang milik korban dan membuang jasad korban ke dalam kontainer di lokasi yang berbeda.
Situasi ini membuat kasus ini menjadi misteri sebelum akhirnya polisi berhasil mengungkap identitas pelaku dan kronologi lengkap kejadian melalui rekaman CCTV dan bukti di lokasi.
Polisi berkesimpulan bahwa motif utama pembunuhan ini adalah dendam pelaku karena permintaan seksualnya yang tidak wajar ditolak oleh korban. Emosi yang tidak terkendali dan hasrat seksual yang menyimpang menjadi kombinasi fatal yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang wanita muda.