PWI Pusat Selenggarakan Doa Bersama Mengenang Wafatnya Sekjen Zulmansyah Sekedang

Dalam momen yang penuh haru, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat akan menggelar doa bersama untuk mengenang tujuh hari berpulangnya almarhum Zulmansyah Sekedang, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat. Acara ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan juga merupakan ungkapan rasa kehilangan yang dalam dari seluruh keluarga besar PWI atas kepergian sosok yang telah memberikan banyak kontribusi bagi dunia jurnalistik di Indonesia.
Penghormatan Terakhir untuk Zulmansyah Sekedang
Kegiatan doa bersama ini diadakan sebagai simbol penghormatan bagi Zulmansyah Sekedang, yang dikenal sebagai individu dengan dedikasi yang tinggi, loyalitas yang tak tergoyahkan, serta komitmen yang luar biasa untuk memajukan organisasi PWI dan industri jurnalistik nasional. Kepergian beliau menyisakan duka yang mendalam, namun mengenangnya melalui doa bersama adalah cara terbaik untuk menghargai segala pengabdian yang telah dilakukannya.
Detil Acara Doa Bersama
Acara ini dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat, 24 April 2026, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Tempat pelaksanaan acara adalah di Ruang Rapat PWI Pusat yang terletak di Lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat. Sebagai pembuka, akan diadakan makan siang bersama untuk memberikan kesempatan kepada semua peserta untuk berkumpul dan berbagi kenangan tentang almarhum.
Keterlibatan Seluruh Anggota PWI
Doa bersama ini diharapkan dihadiri oleh seluruh pengurus PWI Pusat, serta perwakilan dari PWI Provinsi dan PWI Kabupaten/Kota. Selain itu, anggota PWI dari seluruh Indonesia juga akan turut berpartisipasi dalam acara ini. Ini adalah momen penting yang mengajak seluruh elemen organisasi untuk bersatu dalam mengenang jasa dan pengabdian Zulmansyah Sekedang.
Format Hybrid untuk Akses Lebih Luas
PWI Pusat telah menyiapkan format hybrid untuk pelaksanaan kegiatan ini. Dengan demikian, pengurus di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dapat mengikuti doa bersama secara daring melalui platform Zoom. Langkah ini diambil agar semua pihak dapat terlibat meskipun tidak dapat hadir secara fisik, memastikan bahwa tidak ada yang terlewat dalam momen berharga ini.
Ajakan untuk Bersama Mengingat Almarhum
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, telah mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk hadir dan bersama-sama mendoakan almarhum Zulmansyah Sekedang. Dalam pernyataannya, beliau menekankan pentingnya kehadiran semua pihak untuk menjadikan acara ini sebagai bentuk penghormatan yang layak bagi sosok yang telah berjuang untuk kemajuan organisasi dan profesi jurnalistik.
Pesan dan Harapan dari PWI Pusat
Akhmad Munir menyampaikan, “Kami mengundang semua pengurus PWI Pusat untuk hadir dan bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhum Zulmansyah Sekedang. Semoga segala pengabdian beliau menjadi amal jariyah dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.” Pernyataan ini menggambarkan harapan dan doa seluruh anggota PWI agar sosok yang telah pergi ini mendapatkan kedamaian abadi.
Warisan yang Ditinggalkan
Kepergian Zulmansyah Sekedang meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi organisasi. Namun, semangat dan komitmen yang telah ditunjukkannya selama ini akan terus hidup dalam setiap langkah dan tindakan PWI ke depan. Nilai-nilai yang telah ia tanamkan akan menjadi landasan bagi organisasi untuk terus berjuang dan berkontribusi bagi masyarakat luas.
Komitmen Melanjutkan Jejak Almarhum
Keluarga besar PWI berkomitmen untuk meneruskan jejak langkah almarhum dalam menjaga marwah organisasi, memperkuat profesionalisme pers, dan terus mengabdikan diri untuk bangsa dan negara. Setiap anggota PWI diharapkan dapat meneladani dedikasi Zulmansyah Sekedang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai jurnalis.
Dengan menghadiri acara doa bersama ini, diharapkan seluruh anggota PWI dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, serta mengenang jasa-jasanya dengan sebaik-baiknya. Mari kita bersama-sama mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga pengabdian serta semangatnya akan selalu dikenang dalam sejarah PWI dan dunia jurnalistik Indonesia.