
Tradisi Per-Peran di Tlanakan selalu menjadi sorotan menarik di kalangan masyarakat Pamekasan, terutama ketika perayaan ini berlangsung setelah lebaran ketupat. Namun, di tengah semaraknya acara tersebut, tantangan terkait keselamatan dan ketertiban umum tidak bisa diabaikan. Untuk itu, pihak kepolisian setempat, khususnya Polres Pamekasan, mengambil langkah proaktif dengan menerjunkan personel gabungan guna menjamin kelancaran dan keamanan acara yang penuh makna ini.
Pengamanan Tradisi Per-Peran oleh Polres Pamekasan
Pada Minggu sore, 29 Maret 2026, masyarakat dari Desa Bandaran dan Desa Kramat di Kecamatan Tlanakan menggelar tradisi tahunan Per-Peran. Acara yang diadakan sehari setelah lebaran ketupat ini menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian, mengingat lokasi kegiatan yang berada di jalur protokol yang menghubungkan Kabupaten Pamekasan dengan Kabupaten Sampang.
Kapolres Pamekasan, melalui Kasi Humas Ipda Yoni Evan Pratama, SH, MM, menegaskan bahwa tujuan utama pengamanan ini adalah memastikan keselamatan warga serta mengurangi kepadatan arus lalu lintas yang sering terjadi akibat antusiasme masyarakat yang berkonvoi. “Kami hadir untuk memastikan bahwa tradisi budaya ini tetap berlangsung dengan baik tanpa mengganggu kepentingan pengguna jalan lainnya. Fokus utama kami adalah pengaturan di titik-titik rawan arus lalu lintas,” jelas IPDA Yoni.
Pelaksanaan dan Penugasan Personel
Rangkaian kegiatan tradisi Per-Peran dimulai dengan apel kesiapan yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Pamekasan, KOMPOL Sahrawi, SH, pada pukul 15.30 WIB. Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian dibagi ke dalam lima titik strategis, mulai dari jalan raya Bandaran hingga jembatan perbatasan antara Pamekasan dan Sampang di Desa Tanjung, Camplong.
Di lapangan, petugas melakukan pengamanan lalu lintas serta memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak berjoget di tengah jalan, demi keselamatan diri sendiri dan pengendara lainnya. Pendekatan humanis ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di area yang padat.
Tantangan Arus Lalu Lintas Selama Perayaan
Ipda Yoni juga mengungkapkan bahwa kepadatan lalu lintas memang tidak dapat dihindari. Konvoi kendaraan, baik motor maupun mobil bak terbuka, yang melakukan manuver di sepanjang jalur protokol turut menyumbang kemacetan. Ditambah dengan adanya hiburan sound system yang dipasang di depan rumah warga, suasana semakin ramai, menciptakan tantangan tersendiri bagi pengaturan lalu lintas.
- Konvoi kendaraan sepeda motor dan mobil bak terbuka.
- Hiburan sound system di depan rumah warga.
- Peningkatan jumlah pengunjung dari luar daerah.
- Potensi kecelakaan akibat kerumunan.
- Pembatasan akses jalan untuk keselamatan bersama.
Koordinasi dengan Masyarakat dan Aparat
Tradisi Per-Peran ini merupakan acara rutin yang dilaksanakan dua kali setahun, yaitu pada H+1 Idul Fitri dan H+1 lebaran ketupat. Sebelum pelaksanaan, pihak kepolisian melakukan rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat, aparat desa, serta Forkopimcam Tlanakan dan Camplong. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi untuk mengurangi kepadatan arus dan menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
Kesuksesan Acara Per-Peran
Pada pukul 18.00 WIB, rangkaian kegiatan Per-Peran berakhir dengan tertib berkat kesiapsiagaan personel yang bertugas. Arus lalu lintas di jalur protokol Pamekasan-Sampang kembali normal dan lancar pada pukul 19.00 WIB. Secara keseluruhan, situasi di wilayah hukum Polres Pamekasan selama perayaan tradisi ini berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Keberhasilan pengamanan tradisi Per-Peran ini menunjukkan komitmen Polres Pamekasan dalam menjaga keamanan masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal. Dengan adanya kerjasama antara pihak kepolisian dan masyarakat, diharapkan tradisi ini dapat terus berlangsung dengan baik di masa mendatang.
