Transformasi Baru Lapas Kelas IIB Ciamis: Bukber yang Menunjukkan Perubahan Signifikan

Dalam balutan tembok tinggi Lapas Kelas IIB Ciamis, kehidupan ekonomi mendapatkan kehidupan baru. Warga binaan di sana bukan hanya duduk diam, tetapi mereka telah menjadi penggerak ekonomi dengan memproduksi berbagai alat pancing yang tidak hanya dijual di wilayah lokal, tetapi juga telah merambah pasar nasional hingga ke Sumatra.
Program Kemandirian dalam Lapas
Transformasi ini terungkap dalam acara buka puasa bersama yang digelar di D’Laci Cafe Lapas Ciamis. Acara ini dihadiri oleh Forkopimda Ciamis, pekerja media, dan warga binaan pada malam hari Senin, 16 Maret 2026.
Hangatnya suasana Ramadan menghapus kesan negatif yang biasanya terhubung dengan lembaga pemasyarakatan. Di tengah kegiatan ini, Kepala Lapas Ciamis, Supriyanto, memaparkan perkembangan dari program pembinaan yang melibatkan ratusan warga binaan.
Warga Binaan Berperan Aktif dalam Produksi Alat Pancing
Supriyanto mendorong warga binaan untuk mengisi masa pembinaan mereka dengan kegiatan yang produktif. Dengan bekerja sama dengan Yayasan Insan Kamil, ia membantu para warga binaan dalam mempelajari cara memproduksi alat pancing belut atau urek, jaring ikan, dan juga joran pancing.
Demand terhadap produk-produk ini terus bertambah. Para warga binaan kini bekerja hampir setiap hari untuk memenuhi pesanan yang datang dari berbagai daerah.
“Kami bekerja sama dengan Yayasan Insan Kamil untuk memberikan mereka keterampilan. Saat ini, pesanan untuk urek dan jaring ikan sudah menjangkau Pekanbaru hingga Belitung. Kami memiliki target 1.000 set, dan hingga saat ini sudah terpenuhi 600 set,” ujar Supriyanto.
Strategi untuk Menurunkan Angka Residivis
Supriyanto menjadikan program ini sebagai strategi untuk menekan angka residivis. Ia yakin bahwa keterampilan praktis ini dapat membuka peluang usaha ketika warga binaan kembali ke masyarakat.
Karena itu, ia terus mendorong warga binaan untuk serius dalam mempelajari keterampilan yang diberikan. “Tujuan saya sederhana, mereka memiliki keterampilan yang menghasilkan. Jadi, begitu mereka keluar, mereka bisa mandiri dan tidak menjadi beban bagi pemerintah daerah lagi,” kata Supriyanto.
Saat ini, sekitar 300 warga binaan aktif mengikuti berbagai program pembinaan produktif di Lapas Ciamis. Di antara mereka, terdapat puluhan residivis yang juga ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Transformasi baru Lapas Kelas IIB Ciamis ini menunjukkan bahwa perubahan signifikan adalah mungkin. Dengan program keterampilan dan kemandirian ini, warga binaan mendapatkan peluang baru untuk memulai kehidupan yang lebih baik dan produktif.