Klarifikasi KA SPPG Terkait Pemberitaan MBG: Distribusi Menu Sesuai Standar dan Anggaran

Sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Menceh, Lombok Timur, Irwan merasa perlu untuk memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang seolah-olah mempertanyakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Dalam pernyataannya, Irwan menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan dapur hingga distribusi makanan dilakukan dengan standar operasional dan anggaran yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan Program MBG
Irwan mengklaim bahwa dapur SPPG Menceh setiap harinya menyiapkan menu yang telah disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi anak dan anggaran yang ditetapkan dalam program MBG. Dari proses pengadaan bahan, pengolahan makanan, hingga distribusi ke sekolah, semuanya dilakukan dengan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Program MBG adalah usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Kami menjalankan operasional dapur sesuai standar yang telah ditetapkan dan memastikan makanan yang disajikan memenuhi kebutuhan gizi siswa,” kata Irwan.
Irwan menjelaskan bahwa menu yang disiapkan dibedakan berdasarkan kategori penerima manfaat, yaitu porsi kecil untuk siswa TK, PAUD hingga kelas 1–3 SD dan porsi besar untuk siswa kelas 4 SD hingga SMA.
Distribusi Menu dan Anggaran
Pada hari Kamis, 5 Maret 2026, dapur SPPG Menceh mendistribusikan menu dengan rincian sebagai berikut:
- Porsi Besar (Kelas 4 SD – SMA) – Anggaran Rp10.000
- Pir : Rp4.500
- Susu : Rp3.500
- Telur : Rp2.000
- Porsi Kecil (TK, PAUD – Kelas 1–3 SD) – Anggaran Rp8.000
- Jeruk : Rp3.500
- Susu : Rp3.500
- Kacang : Rp1.000
Sementara pada Sabtu, 14 Maret 2026, dapur SPPG Menceh kembali mendistribusikan menu dengan komposisi sebagai berikut:
- Porsi Kecil (TK, PAUD – Kelas 1–3 SD) – Anggaran Rp8.000
- Susu : Rp3.500
- Apel : Rp3.500
- Kacang : Rp1.000
- Porsi Besar (Kelas 4 SD – SMA) – Anggaran Rp10.000
- Susu : Rp3.500
- Apel : Rp3.500
- Kacang : Rp1.000
- Telur : Rp2.000
Keseimbangan Gizi dalam Menu
Irwan menegaskan bahwa seluruh menu yang didistribusikan telah mempertimbangkan keseimbangan gizi yang meliputi protein, karbohidrat, lemak, serta vitamin dari buah dan susu. “Kami memastikan setiap menu yang diberikan kepada siswa tetap memenuhi unsur gizi yang diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Transparansi dan Akuntabilitas
Dapur SPPG Menceh, menurut Irwan, selalu terbuka untuk pengawasan dari pemerintah, masyarakat, maupun media. Hal ini dilakukan agar program MBG berjalan secara transparan dan tepat sasaran.
Irwan berharap masyarakat dapat menerima klarifikasi ini agar informasi yang berkembang tetap berdasarkan data dan fakta yang sebenarnya. “Sebagai pelaksana di lapangan, kami berkomitmen menjalankan program ini secara profesional demi meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat program,” pungkasnya.