TFG SispamKota: Zakiyuddin Harahap Menekankan Kesiapan Semua Pihak Hadapi Situasi Darurat

Dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, penting bagi setiap elemen di kota untuk selalu siap siaga. Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, dalam sebuah acara penting yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan kolaborasi antara berbagai instansi dan masyarakat.
Tactical Floor Game (TFG) SispamKota: Simulasi Kesiapan Keamanan
Pernyataan tersebut disampaikan Zakiyuddin saat menghadiri kegiatan Tactical Floor Game (TFG) SispamKota yang diselenggarakan oleh Polrestabes Medan pada hari Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dhira Brata Sat Brimob Polda Sumut dan berfungsi sebagai simulasi strategis untuk menguji kesiapan aparat dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas keamanan serta kelancaran lalu lintas di Kota Medan.
Pentingnya Keterlibatan Semua Pihak
Zakiyuddin yang didampingi oleh Kasatpol PP Kota Medan, M. Yunus, serta Kadis Perhubungan, Irsan Idris Nasution, menekankan bahwa pengamanan kota tidak semata-mata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Kesiapan semua pihak, mulai dari sekolah, pusat perbelanjaan, hingga rumah sakit, sangatlah dibutuhkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
Menurut Zakiyuddin, tempat-tempat vital seperti mal sering kali menjadi target ketika situasi menjadi tidak terkendali. Oleh karena itu, kesiapan dari semua sektor, termasuk layanan kesehatan, menjadi sangat penting dalam mengantisipasi dampak yang mungkin timbul dari situasi darurat.
“Jika terjadi situasi yang tidak terkendali, objek-objek seperti mal biasanya menjadi sasaran. Itu sebabnya, setiap pihak harus siap, termasuk rumah sakit untuk menangani korban,” jelasnya.
Sinergi Lintas Instansi untuk Kesiapan Optimal
Lebih lanjut, Zakiyuddin menggarisbawahi pentingnya sinergi antara berbagai instansi melalui latihan bersama dan simulasi yang berkesinambungan. Dia juga menyoroti perlunya perhatian terhadap jalur akses menuju titik aksi, mengingat massa sering mencari celah untuk masuk meskipun sudah dilakukan pembatasan.
“Simulasi ini sangat penting agar kita dapat siap sebelum kejadian terjadi. Jangan sampai kita baru bertindak setelah situasi tidak terkendali,” ungkap Zakiyuddin Harahap.
Peran Media Sosial dalam Mobilisasi Massa
Di era digital saat ini, peran media sosial dalam memobilisasi massa secara cepat tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi dan pengendalian informasi yang efektif untuk mencegah terjadinya eskalasi situasi di lapangan. Zakiyuddin mengingatkan agar semua pihak siap dalam menghadapi dinamika yang mungkin terjadi.
Fokus Pengamanan pada Objek Vital
Sebelum acara tersebut, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan bahwa fokus pengamanan akan diarahkan pada empat objek vital, yaitu Kantor DPRD Sumatera Utara, DPRD Kota Medan, Kantor Gubernur Sumut, dan Kantor Wali Kota Medan. Pengamanan ini merupakan langkah proaktif yang bertujuan untuk menjaga stabilitas di wilayah tersebut.
Jumlah Personel Pengamanan yang Disiapkan
Untuk mendukung pengamanan, sebanyak 3.800 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemko Medan akan dikerahkan ke titik-titik strategis. Selain itu, tim penyekat juga akan dibentuk di pintu masuk kota seperti Terminal Amplas dan Pinang Baris untuk mengantisipasi pergerakan massa dari luar daerah.
- Pengamanan difokuskan pada objek vital
- 3.800 personel gabungan dikerahkan
- Tim penyekat di pintu masuk kota
- Pengendalian pergerakan massa
- Latihan dan simulasi berkesinambungan
“Langkah ini sangat penting mengingat Medan berbatasan langsung dengan Deli Serdang, Binjai, dan Tanah Karo. Kita perlu mampu mengendalikan pergerakan massa dari luar kota,” jelasnya.
Tim Penegakan Hukum dan Pemantauan Aksi
Di sisi lain, kepolisian juga membentuk tim penegakan hukum serta melakukan pemantauan terhadap potensi penggerak aksi, termasuk melalui media sosial dan jaringan massa. Meskipun demikian, penyampaian aspirasi masyarakat tetap dijamin selama proses berlangsung dengan tertib.
“Kami akan tetap melayani penyampaian aspirasi, tetapi harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Peran liaison officer (LO) sangat penting untuk menjembatani komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.
Meningkatkan Kesiapan dalam Menjaga Kondusivitas Kota
Melalui simulasi SispamKota ini, diharapkan seluruh pihak semakin siap dalam menjaga kondusivitas Kota Medan. Dengan demikian, aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan tertib. Kesiapan ini tidak hanya melibatkan aparat penegak hukum, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman.
Inisiatif ini merupakan langkah penting dalam menciptakan atmosfer yang mendukung keamanan dan ketertiban umum. Dengan kerjasama yang solid antara berbagai pihak, Kota Medan dapat menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul di masa depan dengan lebih baik.


